
Para Pimpinan HSB Imbau Masyarakat Lawang Kidul Tidak Membuka Lahan dengan Cara Dibakar
Palembang, 5 Agustus 2026 – Menyikapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, jajaran pimpinan Harimau Sumatera Bersatu (HSB) mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, agar tidak membuka lahan perkebunan maupun kawasan hutan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Panglima DPD Harimau Sumatera Bersatu, Hendra Saputra alias Tungau, Panglima DPC Harimau Sumatera Bersatu Kota Palembang, Iman Vahlevi, bersama Pimpinan Redaksi HSBBerita.com, Adi Simba.
Mewakili para pimpinan HSB, Adi Simba menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan tindakan yang berisiko tinggi karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, merusak ekosistem, mencemari kualitas udara, serta mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat, tindakan tersebut juga melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Adi Simba.
Menurut para pimpinan HSB, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, mereka mengajak warga untuk menerapkan cara-cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan.
HSB juga mengingatkan bahwa musim kemarau merupakan periode yang sangat rawan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Satu titik api yang berasal dari pembakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat.
Melalui imbauan ini, Harimau Sumatera Bersatu berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga praktik pembakaran lahan dapat dicegah sejak dini. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran telah terjadi.
“Mari kita bersama-sama menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan. Jaga Sumatera Selatan dari ancaman karhutla dan polusi udara, lindungi lingkungan, serta wariskan alam yang sehat dan lestari bagi generasi yang akan datang,” tutup para pimpinan HSB.
Pewarta: redaksi








