GORONTALO, 21 Oktober 2026 – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Gorontalo, Altio P. Lengato, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang diungkap di Kabupaten Boalemo.

Altio meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan pihak yang berada di lapangan. Ia mendesak penyidik mengungkap asal-usul BBM, jalur distribusi, pihak yang diduga menjadi pemodal, serta siapa yang mengendalikan kegiatan tersebut.

Desakan ini menyusul pemberitaan mengenai dua mobil pikap yang diduga mengangkut total 2.450 liter solar bersubsidi di wilayah Kabupaten Boalemo. BBM tersebut diduga berkaitan dengan kebutuhan operasional tambang ilegal. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui proses penyidikan.

“Polda Gorontalo harus mengusut perkara ini secara menyeluruh. Publik berhak mengetahui dari mana solar subsidi itu berasal, siapa yang membiayai pengangkutannya, dan siapa yang diduga mengendalikan distribusinya. Jangan sampai penanganan perkara hanya menyentuh pelaksana di lapangan, sementara pihak yang berada di baliknya tidak terungkap,” tegas Altio.

Soroti Tulisan “YR Team” pada Mobil Pikap Putih

Selain mendesak pengungkapan pemodal, Koordinator BEM SI Wilayah Gorontalo tersebut turut menyoroti tulisan “YR Team” yang disebut terlihat pada papan mobil pikap putih dalam informasi visual yang beredar.

Menurut Altio, tulisan tersebut perlu ditelusuri sebagai salah satu petunjuk awal untuk mengidentifikasi kepemilikan kendaraan dan pihak yang berkaitan dengan operasionalnya.

“Kami mendesak penyidik menelusuri siapa pihak di balik tulisan ‘YR Team’ tersebut. Apakah berkaitan dengan pemilik kendaraan, kelompok usaha, atau pihak lain, semuanya harus diperiksa berdasarkan bukti. Kami meminta kepolisian tidak mengabaikan petunjuk yang relevan dalam mengungkap perkara ini,” ujarnya.

Altio menegaskan bahwa tulisan pada kendaraan tidak serta-merta membuktikan keterlibatan seseorang dalam tindak pidana. Identitas dan hubungan pihak terkait harus dipastikan melalui pemeriksaan saksi, dokumen kendaraan, bukti transaksi, serta alat bukti lain yang sah.

BEM SI Wilayah Gorontalo Minta Penegakan Hukum Transparan

Altio menilai dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi merupakan persoalan serius karena BBM tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak sesuai ketentuan. Jika distribusinya disalahgunakan untuk kepentingan yang melanggar hukum, negara dan masyarakat berpotensi dirugikan.

Karena itu, BEM SI Wilayah Gorontalo meminta Polda Gorontalo mengusut seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk pihak yang diduga menyediakan modal, mengatur distribusi, maupun menerima pasokan BBM tersebut.

“Kami akan mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. Penegakan hukum harus menyentuh seluruh pihak yang terbukti terlibat, tanpa tebang pilih. Jika ditemukan bukti yang cukup mengenai keterlibatan pihak lain, kami mendesak aparat menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum,” kata Altio.

Ia juga meminta kepolisian memberikan informasi perkembangan perkara secara proporsional kepada publik, tanpa mengganggu proses penyidikan dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

BEM SI Wilayah Gorontalo menegaskan bahwa pengungkapan perkara ini harus didasarkan pada bukti yang sah. Hingga penyidikan memberikan kepastian, identitas pihak yang diduga menjadi pemodal maupun pihak di balik tulisan “YR Team” belum dapat disimpulkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

REP:rdt