zonamerahputih.com—Palembang – Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Potensi tersebut meliputi sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga pariwisata alam yang apabila dikelola secara optimal dapat menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (06-07-2026)

Koordinator Gerakan Mahasiswa Muratara (Gematara) Palembang, Hikmi Wahyudi, menilai bahwa Muratara sesungguhnya memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kabupaten yang maju dan berdaya saing di Sumatera Selatan. Namun, besarnya potensi tersebut hingga kini belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi Muratara sangat besar. Kita memiliki kekayaan alam yang melimpah, lahan pertanian dan perkebunan yang luas, serta potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi kemajuan ekonomi yang dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujar Hikmi.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menjadikan pengelolaan sumber daya alam sebagai instrumen pembangunan jangka panjang, bukan sekadar sumber pendapatan sesaat. Kebijakan pembangunan harus diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi hasil perkebunan, pertanian, maupun sektor pertambangan agar manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati oleh masyarakat Muratara.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Muratara perlu mempercepat pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan penghubung antarkecamatan, jembatan, jaringan listrik, akses internet, irigasi pertanian, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan. Infrastruktur yang memadai akan membuka akses investasi, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hikmi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kekayaan alam tidak akan berarti apabila tidak diimbangi dengan masyarakat yang memiliki pendidikan, keterampilan, dan kemampuan berinovasi.

“Investasi terbesar sesungguhnya adalah investasi pada manusia. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan, pelatihan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta pemberdayaan generasi muda agar mereka mampu menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tutur Hikmi.

Ia menilai generasi muda Muratara memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan masa depan daerah. Pemuda harus hadir sebagai agen perubahan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan usaha kreatif, promosi potensi wisata, hingga pengawasan terhadap jalannya pembangunan.

Anak muda harus mulai berani mengambil peran. Jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi ciptakan kesempatan. Kita harus membangun budaya inovasi, memperkuat ekonomi kreatif, memanfaatkan teknologi, dan ikut mengawal setiap kebijakan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Meski demikian, Hikmi juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah Kabupaten Muratara. Menurutnya, masih terdapat berbagai persoalan yang perlu segera dibenahi agar potensi daerah tidak hanya menjadi slogan pembangunan.

“Pemerintah daerah harus lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Masih terdapat tantangan pada pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan lapangan kerja, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal. Program pembangunan juga harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan dievaluasi secara terbuka agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujar Hikmi.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Pembangunan akan berjalan lebih baik apabila pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen lainnya. Kritik dan masukan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian, bukan sebagai ancaman. Kolaborasi merupakan kunci untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” tambah Hikmi.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berasal dari Muratara, Gematara Palembang, lanjut Hikmi, berkomitmen untuk terus memberikan gagasan, kritik yang konstruktif, serta dukungan terhadap setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Kami berharap Muratara tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola kekayaannya secara profesional, transparan, berkelanjutan, dan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda harus berjalan bersama. Jika sinergi itu terbangun dengan baik, kami optimistis Muratara dapat berkembang menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Hikmi Wahyudi.