Zona Merah Putih Gorontalo – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mengambil langkah tegas dalam menjaga kelestarian sumber daya laut dengan menggelar operasi pengawasan terpadu di wilayah Perairan Laut Sulawesi, Kabupaten Gorontalo Utara. Operasi yang berlangsung selama dua hari ini merupakan respons cepat terhadap maraknya laporan masyarakat terkait aktivitas penangkapan ikan yang merusak.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari personel Penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud POLDA Gorontalo, Satgas Lanal Kwandang, Pengawas Perikanan, Polisi Khusus Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus WP3K), serta Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS).
Kegiatan pengawasan intensif ini dipicu oleh keresahan nelayan lokal dan POKMASWAS atas maraknya aksi Destructive Fishing, khususnya penggunaan bahan peledak (bom ikan) dan alat bantu kompresor. Aktivitas ilegal tersebut dinilai tidak hanya merusak ekosistem terumbu karang, tetapi juga mengancam keselamatan nelayan dan keberlanjutan stok ikan di masa depan.
Selain melakukan patroli fisik, operasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta meningkatkan kepatuhan masyarakat pesisir dan pelaku usaha terhadap peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan.
Fokus utama dari operasi terpadu ini meliputi:
Pencegahan dan Penanggulangan: Menekan angka Destructive Fishing dan Illegal Fishing secara efektif melalui patroli rutin dan penindakan.
Ketertiban Pemanfaatan Ruang Laut: Memastikan setiap aktivitas di perairan dilakukan secara tertib dan sesuai peruntukannya.
Prinsip Keberlanjutan: Mendorong pengelolaan sumber daya laut yang bertanggung jawab agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui DKP menegaskan bahwa pengawasan tidak dapat dilakukan sendirian. Sinergi antara aparat penegak hukum (TNI AL dan POLRI) bersama peran aktif masyarakat (POKMASWAS) adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan laut Gorontalo dari praktik-praktik yang merusak.
Dengan terlaksananya operasi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku pelanggaran sekaligus memberikan rasa aman bagi nelayan tradisional yang selama ini bergantung pada kekayaan laut secara jujur dan ramah lingkungan.
PokMasWas Sahabat Bahari Boalemo memberikan apresiasi terbaik pada pihak DKP Provinsi Gorontalo dan Aparat Penegak Hukum terkait, dalam merespon cepat aduan masyarakat, terkait adanya aktivitas pelanggaran oleh pihak terduga yang menggunakan penangkapan ikan menggunakan alat bantu terlarang, yang bisa mengakibatkan dampak besar pada kerusakan ekosistem sumber daya kelautan dan pencemaran lingkungan bawah laut kabupaten Gorut dan sekitarnya .
Tidak hanya Kegiatan Kolaborasi seperti ini juga diharapkan bisa diterapkan di seluruh wilayah provinsi Gorontalo dan Melibatkan seluruh Kelompok Masyarakat Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (Pokmaswas) yang ada di tiap Wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo.
ZMP Boalemo-Gorontalo








