zonamerahputih.com— Muratara, Pembangunan penahan tebing atau rekonstruksi bangunan pengaman sungai di Desa Muara Rupit menuai protes masyarakat dan pemuda diduga asal-asalan.

 

Proyek yang dibangun oleh CV DJAMPUR RAYA yang dibiayai oleh APBD itu menelan anggaran yang cukup fantasis dengan jumlah anggaran 12 Milyar lebih.

 

Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Muratara Hikmi Wahyudi, manyayangkan pembangunan tersebut yang asal jadi dan tidak mempertimbangkan kekokohan dan kontruksi yang kuat untuk ketahanan pembangunan.

“Kami tentu sangat menyayangkan proyek yang harusnya berdampak baik untuk masyarakat yang tinggal ditepian sungai malah dikerjakan asal jadi dan terindikasi merugikan keuangan negara dan masyarakat sebagai penerima manfaat,” tutur Hikmi.

 

Hikmi Wahyudi Koordinator Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Muratara akan segera menyampaikan penemuan ini kepada Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau untuk transparansi pembangunan proyek yang menelan anggaran yang cukup fantasis tersebut.