Zonamerahputih.com. Palembang- Akibat tidak memiliki saluran pembuang air Drenase ruas jalan kerap tergenang air ketika hujan lebat, upaya Perbaikan jalan lingkungan yang rusak dilakukan secara mandiri menggunakan dana pribadi.
Ketua RT 44 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati. Dilaksanakan baru-baru ini setelah kondisi jalan dinilai semakin memprihatinkan dan belum mendapat perbaikan. Di Lorong Mawar, RT 44 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati.
Kondisi infrastruktur yang belum tersentuh perbaikan dari pihak terkait mendorong Ketua RT mengambil inisiatif agar akses warga kembali layak dan tidak tergenang air saat hujan.
Ketua RT 44 mengungkapkan, upaya perbaikan ini terpaksa dilakukan secara swadaya setelah berbagai usulan yang diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak tahun 2019 tak kunjung terealisasi.
“Sejak saya menjabat sebagai RT dari tahun 2019, sudah berkali-kali kami ajukan perbaikan jalan ini lewat Musrenbang. Namun sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan anak-anak yang melintas.
Dengan keterbatasan yang ada, ia akhirnya berinisiatif menggunakan dana pribadi untuk menambal jalan berlubang dan memperbaiki bagian yang kerap tergenang air, agar bisa dilalui dengan lebih aman.
Warga setempat mengaku sangat mengapresiasi langkah tersebut. Mereka menilai tindakan Ketua RT sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan, di tengah lambannya respons dari pihak terkait.
“Kalau tidak diperbaiki, kasihan warga. Apalagi kalau hujan, air tergenang dan jalan jadi licin. Kami sangat berterima kasih,” ujar salah satu warga.
Kondisi ini kembali menjadi sorotan terkait efektivitas realisasi hasil Musrenbang di tingkat kelurahan hingga kota. Warga berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur lingkungan yang menjadi penunjang utama aktivitas sehari-hari.
Langkah swadaya yang dilakukan Ketua RT ini sekaligus menjadi cerminan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat, meski di sisi lain menyoroti pentingnya perhatian serius dari pemerintah terhadap pembangunan yang merata. (red)








