GORONTALO – Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Gorontalo, Altio P. Lengato, mendesak aparat penegak hukum menelusuri dugaan aktivitas pengiriman batu hitam dari Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Informasi awal menyebutkan bahwa aktivitas pengangkutan material tersebut diduga masih berlangsung. Bahkan, terdapat informasi mengenai rencana pengiriman kembali dalam waktu dekat. Pengangkutan itu diduga menggunakan truk dan kontainer, dengan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo disebut sebagai salah satu jalur yang akan digunakan.

Informasi mengenai rencana penggunaan Pelabuhan Anggrek tersebut masih memerlukan verifikasi. Aparat perlu memastikan jalur pengiriman yang sebenarnya, termasuk apakah terdapat rencana penggunaan pelabuhan lain.

Dalam informasi awal tersebut, muncul nama seseorang berinisial WN yang dikenal dengan nama samaran Wahid. Sosok tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pengiriman batu hitam tersebut.

Selain itu, beredar dugaan bahwa aktivitas tersebut mendapat perlindungan dari oknum anggota TNI. Informasi mengenai peran WN alias Wahid maupun dugaan keterlibatan anggota TNI belum terverifikasi secara independen dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Altio meminta aparat tidak mengabaikan informasi tersebut, terutama jika tersedia bukti awal yang dapat membantu mengungkap asal-usul material dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Informasi mengenai dugaan pengiriman dalam waktu dekat harus segera diverifikasi. Aparat perlu memeriksa legalitas material, dokumen pengangkutan, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, tindak lanjuti sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku,” tegas Altio.

Dugaan Bekingan Oknum TNI Perlu Ditelusuri

Dugaan adanya oknum anggota TNI yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut turut menjadi perhatian.

Altio meminta informasi itu diperiksa secara objektif untuk memastikan apakah benar terdapat keterlibatan anggota militer dan, jika ada, bagaimana bentuk keterlibatannya.

“Tidak boleh ada pihak yang kebal dari pemeriksaan. Jika dugaan tersebut didukung bukti, tindak lanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku. Identitas dan keterlibatan siapa pun harus dipastikan melalui pemeriksaan, bukan berdasarkan kabar semata,” ujarnya.

Apabila ditemukan bukti relevan mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI, informasi tersebut perlu diteruskan kepada instansi berwenang, termasuk Polisi Militer sesuai kewenangannya.

Pelabuhan Anggrek Disorot, Jalur Pengiriman Diminta Ditelusuri

Altio meminta otoritas Pelabuhan Anggrek dan instansi terkait memverifikasi informasi mengenai dugaan rencana pengiriman batu hitam menggunakan truk dan kontainer melalui pelabuhan tersebut.

Pemeriksaan perlu mencakup asal material, legalitas kegiatan pertambangan, dokumen pengangkutan, manifest muatan, serta identitas pengirim dan penerima barang sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Menurut Altio, penelusuran tersebut penting untuk memastikan apakah pengangkutan dilakukan sesuai ketentuan hukum atau terdapat indikasi pelanggaran yang harus ditindaklanjuti.

Jika informasi mengenai rencana pengiriman berikutnya dapat diverifikasi, aparat diharapkan melakukan langkah pemeriksaan sesuai kewenangannya.

Pemerintah Desa Tolutu Diminta Memberikan Klarifikasi

Altio turut mempertanyakan pengawasan pemerintah Desa Tolutu terhadap dugaan aktivitas pengumpulan dan pengangkutan batu hitam dari wilayah tersebut.

Ia meminta kepala desa menjelaskan sejauh mana pemerintah desa mengetahui aktivitas yang dimaksud, termasuk apakah pernah menerima laporan atau berkoordinasi dengan instansi berwenang.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan mengenai aktivitas yang berlangsung di wilayahnya. Namun, dugaan pengetahuan atau keterlibatan kepala desa tetap harus diperiksa berdasarkan fakta dan kewenangannya.

BEM SI Wilayah Gorontalo Desak Penelusuran Transparan

Altio menegaskan bahwa dugaan pengiriman batu hitam, informasi mengenai WN alias Wahid, rencana pengiriman dalam waktu dekat, dugaan penggunaan Pelabuhan Anggrek, serta dugaan keterlibatan oknum TNI perlu ditelusuri secara menyeluruh.

Ia mendorong Polda Gorontalo dan instansi terkait memverifikasi informasi serta menindaklanjuti bukti yang tersedia sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini disusun, rencana pengiriman melalui Pelabuhan Anggrek dan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan belum terverifikasi secara independen. WN alias Wahid, pihak yang diduga terkait dengan unsur TNI, pemerintah Desa Tolutu, dan otoritas pelabuhan belum dimintai konfirmasi untuk pemberitaan ini.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait guna menjaga akurasi dan keberimbangan pemberitaan.