Ngopi Bareng Insan Pers dan LSM, Karutan Balige Buka Ruang Dialog dan Perkuat Transparansi Publik

 

TOBA//Zona Merah putih com. Membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan.

Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Ngopi Bareng dan Dialog Santai yang digelar Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Valen Rumbiak, bersama sejumlah insan pers dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), di kawasan Danau Toba.

Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi dan pertukaran informasi mengenai pelaksanaan tugas serta fungsi Rutan, khususnya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Rumbiak, menyampaikan bahwa Rutan tidak semestinya dipandang hanya sebagai tempat menjalani hukuman. Lebih dari itu, Rutan merupakan tempat berlangsungnya proses pembinaan, pengembangan keterampilan, serta pembentukan karakter bagi warga binaan.

“Kami ingin teman-teman wartawan dan LSM melihat langsung bahwa di dalam Rutan bukan hanya ada pembatasan kebebasan, tetapi juga ada pembinaan, karya, dan harapan. Kami terbuka untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat luar,” ungkap Valen dalam dialog tersebut.

Berbagai hal turut menjadi pembahasan, mulai dari kondisi kehidupan sehari-hari warga binaan, program pembinaan kemandirian, hingga upaya petugas dalam menjaga pelayanan di tengah keterbatasan kapasitas hunian.

Valen menjelaskan, meskipun Rutan Balige menghadapi kondisi kelebihan kapasitas atau overkapasitas, pihaknya terus berupaya menjalankan pelayanan dan pembinaan secara optimal.

Sejumlah program kemandirian juga dikembangkan, di antaranya bidang pertanian, perbengkelan, serta kerajinan tangan. Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh keterampilan produktif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Bahkan, hasil pertanian yang dikelola warga binaan telah dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dan sebagian dipasarkan.

Selain pembinaan kemandirian, pihak Rutan juga mempersiapkan kegiatan kerohanian serta kebersihan lingkungan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keterlibatan tokoh agama dan keluarga diharapkan dapat memberikan suasana kekeluargaan serta penguatan spiritual bagi warga binaan.

Sementara itu, perwakilan LSM yang hadir menyampaikan apresiasi atas ruang komunikasi yang diberikan pihak Rutan. Menurutnya, dialog terbuka seperti ini penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus menghindari kesalahpahaman antara lembaga pemasyarakatan, masyarakat, aktivis, dan insan pers.

Hal senada disampaikan perwakilan wartawan Kabupaten Toba. Ia menilai komunikasi yang baik antara Rutan dan media merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang, objektif, dan edukatif.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan kemitraan antara Rutan Kelas IIB Balige, insan pers, dan LSM semakin kuat. Keterbukaan informasi juga diharapkan terus diwujudkan melalui komunikasi yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan batasan informasi yang berlaku.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban.

Rutan hadir bukan sekadar sebagai tempat menjalani masa pidana, melainkan juga sebagai ruang pembinaan untuk menumbuhkan keterampilan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan warga binaan kembali menjadi bagian dari masyarakat.

(M Siboro C.ILJ)