ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Penanaman jagung pada lahan perbukitan dengan kemiringan ekstrem hingga mendekati 45 derajat berisiko besar memicu kerusakan lingkungan jika tidak diimbangi dengan tanaman konservasi. Tanaman jagung memiliki sistem perakaran relatif pendek yang tidak cukup kuat menahan air saat curah hujan tinggi, sehingga mempercepat erosi dan berpotensi memicu banjir.
Peringatan tegas tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Aset Lahan Pertanian Melalui Sistem Usaha Tani Konservasi dan Agroforestry di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, pada Rabu (15/7/2026).
”Masyarakat ini banyak yang mengelola dataran tinggi, yang tanpa disadari itu akan mengakibatkan erosi. Dulu wilayah ini adalah hutan, sehingga banjir sangat jarang terjadi bahkan tidak pernah. Namun dengan pembukaan lahan pertanian yang tidak diimbangi tanaman tahunan, dampaknya mulai kita rasakan,” ujar Lahmuddin.
Guna mengatasi ancaman erosi dan banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo resmi mendorong masyarakat petani untuk mulai menerapkan pola pertanian berkelanjutan melalui pengembangan tanaman tahunan yang dikombinasikan dengan tanaman pangan. Sebagai langkah solusi, Pemkab Boalemo telah menyiapkan program pendampingan pengembangan tanaman produktif seperti durian dan kakao melalui sistem agroforestry.
Langkah ini diambil mengingat harga jagung yang sangat fluktuatif kerap membuat pendapatan petani tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi, meskipun memiliki siklus panen yang cepat.
”Menanam jagung memang cepat perputarannya, tetapi kita harus melihat juga biaya produksi dan kondisi harga yang sering berubah. Karena itu, tanaman tahunan harus mulai kita kembangkan sebagai investasi ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ungkap Lahmuddin.
Melalui penerapan sistem usaha tani konservasi ini, Pemkab Boalemo berharap masyarakat dapat mengelola lahan secara lebih bijak demi menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas lahan jangka panjang. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengelolaan lahan pertanian di Boalemo tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
Redaksi: ZMP Boalemo








