Kab. Agam, Zona Merah Putih – Ada alasan kuat mengapa IPTU Muhammad Basir, S.H., M.H., Kapolsek Ampek Nagari, Polres Agam, layak mendapat apresiasi atas pengabdiannya kepada masyarakat.
Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ia bersama personel Polsek Ampek Nagari hadir langsung memastikan pesta rakyat berlangsung aman, tertib dan penuh kegembiraan.
Kamis lalu, Pawai alegoris yang digelar masyarakat Nagari Sitanang menjadi salah satu momentum yang menyatukan pelajar, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, majelis taklim hingga masyarakat umum dalam satu semangat kebersamaan.
Di tengah arak-arakan yang dipenuhi warna-warni kostum, atribut perjuangan dan ekspresi kegembiraan masyarakat, personel Polsek Ampek Nagari disiagakan di sepanjang jalur pawai.
Bagi Muhammad Basir, pengamanan bukan sekadar berdiri di pinggir jalan atau mengatur lalu lintas peserta. Kehadiran polisi merupakan bentuk pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perayaan kemerdekaan dengan rasa aman dan nyaman.
Hadir Bukan Sekadar Mengamankan, Tetapi Menyatu dengan Masyarakat
Pawai alegoris di Nagari Sitanang dibuka oleh Wali Nagari Sitanang Taufik Saleh, S.Kom., Kamis (20/8/26) sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
Pesertanya berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari murid TK/PAUD, pelajar SD, Bundo Kanduang hingga majelis taklim.
Rute pawai dimulai dari Kantor Wali Nagari Sitanang dan berakhir di Jorong Pematang Panjang. Ribuan masyarakat turut menyaksikan dan mengikuti kemeriahan kegiatan tersebut.
Di tengah antusiasme masyarakat yang begitu besar, kesiapan personel menjadi faktor penting. Pengaturan jalur, pengawasan arus kendaraan serta antisipasi terhadap potensi gangguan menjadi bagian dari tugas yang dilakukan jajaran Polsek Ampek Nagari.
Hasilnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan penuh suasana kekeluargaan.
Sikap Muhammad Basir yang menempatkan pelayanan masyarakat sebagai bagian utama tugas kepolisian menunjukkan wajah polisi yang dekat dengan rakyat.
Ia tidak membiarkan perayaan kemerdekaan berjalan tanpa pengawasan, tetapi memastikan kegembiraan masyarakat tetap berada dalam suasana yang kondusif.
Dari Sitanang hingga Batukambing, Polisi Hadir di Tengah Rakyat
Komitmen tersebut juga terlihat dalam pengamanan pawai alegoris di Nagari Batukambing, yang berlangsung pada hari yang sama.
Kapolsek Ampek Nagari IPTU Muhammad Basir turut hadir bersama sejumlah personel, antara lain Bhabinkamtibmas Nagari Batukambing BRIGPOL Yudha Arafi, S.H., Banit Intelkam BRIPDA Farhan Agres, serta unsur pemerintahan kecamatan dan nagari.
Pawai yang dibuka Camat Ampek Nagari Zulwardi, S.Sos., tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, PAUD/TK, SD/MTI, SMP/MTs hingga masyarakat umum.
Rute dimulai dari depan Kantor PDAM Tirta Antokan Nagari Batukambing, melewati kawasan Pasar Batukambing dan berakhir di depan Balairong Nagari Batukambing.
Kehadiran personel Polsek Ampek Nagari tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatur kelancaran arus peserta ketika melintasi jalan raya.
Bagi masyarakat, kehadiran aparat di tengah keramaian memberikan rasa tenang. Pawai dapat berlangsung meriah tanpa mengurangi perhatian terhadap keselamatan peserta maupun pengguna jalan lainnya.
Menjaga Kegembiraan Agar Tetap Menjadi Kegembiraan
Muhammad Basir menegaskan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat, terutama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman.
“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Pengamanan ini juga menjadi wujud nyata pelayanan Polri dalam mendukung masyarakat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat kebersamaan dan kegembiraan”, ujar IPTU Muhammad Basir.
Pernyataan tersebut menggambarkan cara pandang sederhana namun penting. Polisi hadir bukan untuk membatasi kegembiraan masyarakat, melainkan memastikan kegembiraan itu berlangsung tanpa gangguan.
Selama pawai, personel Polsek Ampek Nagari melakukan antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan maupun hambatan lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan agar peserta dapat mengikuti pawai dengan nyaman, sementara masyarakat lainnya tetap dapat beraktivitas dengan aman.
Keteladanan dari Seorang Kapolsek yang Turun Langsung
Apa yang dilakukan IPTU Muhammad Basir memperlihatkan bahwa ukuran pengabdian seorang polisi tidak selalu terlihat dari besarnya sebuah operasi.
Kadang, pengabdian justru hadir dalam hal-hal sederhana. Berdiri di tepi jalan ketika masyarakat berpawai, mengatur arus kendaraan, memastikan anak-anak sekolah tetap aman, dan ikut menjaga agar sebuah perayaan kampung dapat meninggalkan kenangan yang indah.
Di situlah sosok pemimpin seperti Muhammad Basir mendapatkan tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan kepolisian dapat berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Polisi tetap menjalankan fungsi keamanan, namun pada saat yang sama mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan semangat kemerdekaan.
Pawai alegoris mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun rasa aman yang diberikan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi bagian dari pelayanan yang jauh lebih panjang maknanya.
Semoga semangat pengabdian IPTU Muhammad Basir bersama jajaran Polsek Ampek Nagari terus menjadi teladan. Sebab ketika polisi hadir dengan ketulusan, masyarakat bukan hanya melihat seragam dan kewenangan, tetapi merasakan kehadiran negara yang benar-benar berada di tengah mereka.
Kemerdekaan akan terasa semakin bermakna ketika masyarakat dapat merayakannya dengan gembira, sementara di sisi lain ada aparat yang dengan tulus memastikan setiap langkah mereka tetap aman. (Ade.A)








