Nusa Tenggara Timur, ZonaMerahPutih.Com — Angka anak putus sekolah yang membayangi wilayah Solor Selatan memicu gerakan kolaboratif baru di tingkat tapak. Pemerintah Desa Kalike secara resmi menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Gloria Siro Fenesia (GSF) pada Selasa, 06 Oktober 2026 pukul 13.30 WITA. Bertempat di Kantor Desa Kalike, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur. Pertemuan ini menjadi langkah awal perumusan formula penanganan masalah sosial dan ketertinggalan pendidikan di desa tersebut.
Dalam forum formal tersebut, Yayasan GSF menjabarkan profil lembaga serta membedah tiga agenda utama, yakni pengenalan yayasan, pemaparan program strategis, serta perumusan program prioritas di bidang kemanusiaan. Fokus utama perbincangan tertuju pada skema pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan (skilling), dan pembukaan akses penyetaraan pendidikan bagi anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah.
Kepala Desa Kalike, Hillarius Wokal, S.Pd., menyatakan bahwa kehadiran program ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di desanya. Namun, ia menggarisbawahi bahwa penyelesaian isu struktural seperti ini tidak dapat dilakukan secara instan maupun sepihak oleh pemerintah desa dan yayasan saja.
“Kami merespon positif kehadiran dan niat baik dari Yayasan GSF. Namun, harapan besar kami adalah skema ini tidak berhenti di sini, melainkan segera ditindaklanjuti dengan diskusi tatap muka yang lebih luas,” ujar Hillarius saat diwawancarai oleh awak media.
Dirinya menjelaskan lebih lanjut bahwa tindak lanjut nyata harus melibatkan ekosistem yang lebih besar di Desa Kalike. Menurutnya, intervensi pendidikan terhadap anak putus sekolah hanya akan berhasil jika didukung penuh oleh lingkungan terdekat dan lembaga pengawas desa.
Ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat pemerintah desa akan menginisiasi pertemuan gabungan formal. Pertemuan tersebut direncanakan bakal menghadirkan jajaran pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga para orang tua dari anak putus sekolah agar terjadi keselarasan persepsi dan komitmen.
Pertemuan yang telah berlangsung terukur ini dihadiri oleh jajaran lengkap pemangku kebijakan Desa Kalike. Selain Kepala Desa Kalike, tampak hadir Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pembangunan, Kepala Seksi Kemasyarakatan, serta Kepala Dusun III. Kehadiran seluruh aparatur ini menandai keseriusan birokrasi desa dalam memetakan regulasi dan anggaran pendukung eksekusi program di lapangan








