BINTUNI SMP. COM – Dunia pendidikan di wilayah Manimeri kembali menjadi sorotan setelah beredar informasi mengenai penutupan akses atau pemalangan di SD Negeri 4 Manimeri (SP-2). Kabar ini mencuat melalui unggahan warga di media sosial yang menunjukkan sebuah papan pengumuman bertuliskan “Sekolah Ini Untuk Sementara Di Tutup”.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan melalui informasi yang dibagikan oleh akun Facebook Nyong Sirto Sirto, aksi pemalangan ini menghambat aktivitas belajar mengajar, yang secara langsung berdampak pada nasib para guru dan siswa di sekolah tersebut.
Para guru dan Warga setempat berharap agar Dinas Pendidikan atau instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan verifikasi ke lapangan dan mencari tahu akar permasalahan yang memicu pemalangan tersebut.
“Pendidikan sangat penting bagi generasi kita ke depan. Semoga persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan cara yang baik agar anak-anak bisa kembali sekolah,” ujar salah satu warga dalam keterangannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti motif di balik pemalangan tersebut, apakah terkait sengketa lahan atau persoalan administratif lainnya. Masyarakat mendesak adanya dialog antara pihak-pihak terkait agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak dikorbankan lebih lama. (AU)








