Nusa Tenggara Timur, Zonamerahputih.Com – Jajaran pengurus Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTT bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AKPERSI Kabupaten Sikka menyalurkan paket logistik darurat bagi warga terdampak gempa tektonik di Dusun Tomu, Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Dalam aksi kemanusiaan ini, organisasi pers tersebut berkolaborasi dengan lintas lembaga kemanusiaan guna memastikan bantuan menyentuh langsung masyarakat terpencil dan memotong birokrasi distribusi. Rombongan relawan gabungan tiba di lokasi pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 23.17 Wita setelah melewati jalur laut dan darat dengan medan yang ekstrem.

Ketua DPD AKPERSI NTT, Lusia Dj. Diaz, menegaskan bahwa aksi ini merupakan komitmen konkret dari insan pers. Menurutnya, jurnalis tidak boleh sekadar berdiri sebagai pengamat atau penulis penderitaan masyarakat di balik meja redaksi.

“Sebagai bagian dari komponen bangsa, AKPERSI NTT berkomitmen bahwa jurnalis tidak hanya bertugas memotret realitas atau menulis penderitaan warga terdampak bencana. Kami harus mengambil peran nyata di garis depan kemanusiaan dan memastikan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia mendapatkan haknya secara layak,” ucapnya.

Dusun Tomu menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores Tengah baru-baru ini. Dusun yang terletak di antara lereng curam Gunung Rokatenda (gunung api aktif) dan Laut Flores ini sempat mengalami isolasi total dan kelumpuhan jalur logistik akibat longsor lereng vulkanik pasca-gempa.

Sementara itu, Sekretaris DPC AKPERSI Sikka, Aris Halilintar, memaparkan bahwa paket logistik darurat yang dibawa dirancang lengkap untuk memenuhi kebutuhan dapur dan perlengkapan tidur 27 Kepala Keluarga (KK) berjumlah 124 jiwa di Dusun Tomu. Bantuan yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, gula, telur, bumbu dapur, buah labu, ikan kering, air kemasan, selimut, tikar, hingga minyak telon untuk balita.

“Medan menuju desa Tomu memang cukup ekstrem, tetapi solidaritas dari seluruh rekan-rekan relawan dan pengurus AKPERSI Sikka berhasil menembus keterbatasan akses tersebut. Kami turun langsung guna memastikan tidak ada satu pun kepala keluarga di dusun ini yang terlewatkan,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan fisik, kolaborasi yang melibatkan YASNURIH, Forum PRB Flores Timur, Rukun Megu Mo’ong, YKS, Puan Indonesia, Yayasan Gloria Siro Fenesia, dan jaringan SILC ini juga mendirikan Pos Lapangan (Poslap) Darurat.

Poslap darurat akan difungsikan sebagai pusat sosialisasi kesiapsiagaan gempa susulan. Selain itu, kehadiran poslap sebagai wadah untuk menyuarakan pentingnya manajemen data terpilah bagi kelompok rentan agar penyaluran bantuan di masa depan dapat berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.