POSO, ZMP – Ditengah gempuran arus modernisasi, upaya pelestarian budaya lokal terus digalakkan oleh masyarakat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Guna menjaga dan memperkenalkan warisan leluhur, sekelompok warga berinisiatif membentuk sebuah grup kesenian tradisional yang dikenal sebagai Grup Tambur Suku Pamona.

Grup kesenian ini dibentuk sebagai wadah aktif untuk menampilkan musik dan pertunjukan khas Pamona. Saat ini, Grup Tambur rutin diundang untuk mengisi berbagai acara sakral, salah satunya adalah pesta pernikahan adat Pamona. Kendati demikian, grup ini juga menyatakan kesiapannya untuk tampil di berbagai acara lain guna memperkenalkan kebudayaan mereka ke ranah yang lebih luas.

Untuk menghasilkan harmonisasi musik yang khas, Grup Tambur ini diperkuat oleh 9 orang personel dengan pembagian peran yang spesifik, antara lain:
Pemain Gendang: 5 orang
Pemain Gong: 1 orang
Pemain Seruling: 2 orang
Mangaru (Penari): 1 orang

Ketua Grup Tambur, Yusin Motoku, S.Pd., menegaskan bahwa motivasi utama di balik pembentukan grup ini murni didasari oleh rasa cinta terhadap budaya lokal. Ia berharap kesenian asli suku Pamona tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Tujuan dari pembentukan grup tambur ini semata-mata untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman modern saat ini. Kami ingin memastikan anak cucu kita kelak tidak melupakan kesenian asli Suku Pamona,” ujar Yusin.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan generasi muda di Kabupaten Poso dapat lebih tertarik dan ikut ambil bagian dalam menjaga kekayaan budaya yang dimiliki oleh Suku Pamona.

Reporter : Ariawan