Kab. Agam, Zona Merah Putih – Belum lama mengemban amanah sebagai Carataker KONI Kabupaten Agam, Sumatera Baeat, jajaran pengurus langsung tancap gas, Rabu (26/8/26).

Tak banyak waktu untuk duduk manis, agenda pembinaan olahraga mulai dipacu dengan mengundang sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) Kabupaten Agam dalam sebuah rapat koordinasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.

Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk merapikan barisan sekaligus memetakan kesiapan masing-masing cabor.

Mulai dari atlet, pelatih, program latihan hingga berbagai kebutuhan teknis yang berkaitan dengan keikutsertaan kontingen Agam di ajang Porprov.

Suasana rapat pun diperkirakan tidak sekadar soal kursi, meja dan daftar hadir. Di balik forum tersebut tersimpan pekerjaan rumah yang cukup besar. Bagaimana memastikan atlet Agam bisa berangkat dengan persiapan yang matang dan membawa pulang prestasi.

Carataker KONI Agam tampaknya memahami betul bahwa menghadapi Porprov Sumatera Barat pada Oktober2026 mendatang.

Bukan perkara “datang, bertanding, lalu pulang”. Ada target prestasi yang harus diperjuangkan, ada nama Kabupaten Agam yang dipertaruhkan, serta ada harapan para atlet yang selama ini berlatih keras.

Karena itu, koordinasi dengan cabor menjadi bagian penting. Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan dan persoalan berbeda.

Ada yang membutuhkan pemantapan atlet, ada yang harus mengejar program latihan, sementara sebagian lainnya mungkin masih harus merapikan administrasi dan kesiapan teknis.

Langkah cepat Carataker ini sekaligus menjadi sinyal bahwa roda organisasi KONI Agam kembali diarahkan agar bergerak lebih terukur.

Di lapau, mungkin orang akan bilang, “Kalau lah tancap gas, jan sampai bensinnyo habih di tengah jalan.”

Artinya sederhana, gerak cepat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan seluruh proses berjalan sampai garis finis.

Porprov Sumatera Barat pada bulan Oktober itu nantinya bukan hanya menjadi panggung untuk mengejar medali.

Ajang tersebut juga menjadi kesempatan membuktikan sejauh mana pembinaan olahraga di Kabupaten Agam mampu melahirkan atlet-atlet yang kompetitif.

Kini bola berada di tangan Carataker KONI Agam bersama seluruh cabor. Rapat sudah dimulai, koordinasi sudah dibuka. Tinggal bagaimana hasil pertemuan itu diterjemahkan menjadi program nyata.

Sebab bagi atlet yang sudah lama berkeringat di lapangan, satu hal yang mereka tunggu bukan sekadar rapat, tetapi kepastian, persiapan, dan kesempatan bertanding untuk mengharumkan nama Agam. (Ade.A)