
Revitalisasi Pasar 16 Ilir Segera Dimulai, BCR: Utamakan Keselamatan, Pertahankan Nilai Sejarah dan Tingkatkan Daya Saing
Palembang, 2 Agustus 2026 – zonamerahputih.com –
Proses revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Palembang kembali didorong untuk segera direalisasikan. PT Bima Citra Realty (BCR) selaku pengelola menegaskan bahwa revitalisasi merupakan kebutuhan mendesak mengingat kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 30 tahun dan dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan, terutama pada aspek instalasi kelistrikan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Gathering Pasar 16 Ilir Palembang bertajuk “Bersama Membangun Masa Depan Melalui Revitalisasi Pasar 16 Palembang” yang berlangsung di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Minggu (2/8/2026).
Direktur Utama PT Bima Citra Realty (BCR), Ahmad Marzuki, SE, mengatakan revitalisasi merupakan kelanjutan dari kerja sama pengelolaan Gedung Pasar 16 Ilir bersama Pemerintah Kota Palembang yang telah berjalan sejak tahun 2023.
Menurut Ahmad, proses revitalisasi sempat mengalami hambatan pada tahun 2024 akibat kurang optimalnya komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk para pedagang. Namun, sejak menjabat sebagai Direktur Utama sekitar tiga bulan lalu, pihaknya memprioritaskan membangun kembali komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Selama tiga bulan terakhir kami fokus membuka kembali komunikasi dengan Pemerintah Kota Palembang, para stakeholder, dan para pedagang agar revitalisasi ini dapat segera dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya bertujuan mempercantik bangunan, tetapi juga menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan para pedagang dan pengunjung.
Menurutnya, hasil koordinasi dengan PLN menunjukkan bahwa instalasi kelistrikan di gedung tersebut sudah tidak lagi layak digunakan sehingga berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.
“Beberapa bulan lalu sudah terjadi kebakaran. Jangan sampai kejadian serupa terulang. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama kami,” tegas Ahmad.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, revitalisasi juga diharapkan mampu mengubah wajah Pasar 16 Ilir menjadi lebih bersih, tertata, modern, serta meningkatkan tingkat hunian kios yang selama ini masih banyak kosong.
Sebagai tahap awal, PT Bima Citra Realty menargetkan pembersihan kawasan dimulai pada Agustus 2026, termasuk area lantai empat yang selama ini tidak termanfaatkan secara optimal.
Dalam proses pembangunan nantinya, BCR memastikan para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya melalui skema relokasi internal sehingga tidak perlu dipindahkan keluar gedung.
“Kami ingin pedagang tetap berada di dalam gedung agar aktivitas jual beli tetap berjalan. Pengalaman relokasi ke luar gedung sebelumnya kurang efektif karena berbagai kendala. Oleh sebab itu, kami menyiapkan pola relokasi yang lebih baik,” jelasnya.
Meski aktivitas perdagangan diperkirakan tidak berjalan normal selama proses revitalisasi berlangsung, Ahmad menilai kondisi tersebut hanya bersifat sementara demi terwujudnya pasar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
Ia optimistis revitalisasi akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, terciptanya kepastian hukum bagi pedagang, kepastian investasi bagi perusahaan, hingga meningkatnya kenyamanan masyarakat sebagai pengunjung.
Menurut Ahmad, Pasar 16 Ilir bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan salah satu ikon bersejarah Kota Palembang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ekonomi masyarakat sejak sebelum Indonesia merdeka.
“Pasar 16 Ilir memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang sangat tinggi. Revitalisasi ini harus tetap mempertahankan karakter aslinya sehingga tetap menjadi kebanggaan masyarakat Palembang,” katanya.
Karena itu, desain revitalisasi akan tetap mempertahankan bentuk utama bangunan sebagai identitas Pasar 16 Ilir, namun dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti penataan kios yang lebih baik, penambahan lift, serta penyesuaian tata ruang berdasarkan kajian bisnis agar mampu bersaing dengan pusat perdagangan modern.
BCR juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap percepatan revitalisasi tersebut. Menurut Ahmad, Wali Kota Palembang memberikan respons positif karena Gedung Pasar 16 Ilir merupakan aset milik Pemerintah Kota yang dikelola oleh PT Bima Citra Realty.
Terkait dukungan para pedagang, Ahmad menyebut mayoritas pedagang asli telah memberikan respons positif terhadap rencana revitalisasi. Kendala komunikasi saat ini lebih banyak berasal dari pihak penyewa kios yang menguasai beberapa unit untuk disewakan kembali kepada pedagang lain.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) di kawasan Pasar 16 Ilir yang dinilai mengganggu penataan kawasan. Persoalan tersebut akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota dan instansi terkait.
Ahmad berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung proses revitalisasi agar Pasar 16 Ilir kembali menjadi pusat perdagangan modern yang aman, nyaman, serta tetap mempertahankan nilai sejarah yang melekat selama puluhan tahun.
“Target kami adalah memulai pembersihan kawasan secepatnya, kemudian melaksanakan revitalisasi secara bertahap hingga Pasar 16 Ilir kembali menjadi kebanggaan Kota Palembang,” pungkasnya.
REDAKSI zonamerahputih.com








