Kab. Agam, Zona Merah Putih – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus mendorong pengenalan fungsi pemasyarakatan kepada masyarakat sejak usia dini. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan edukasi pengenalan Lapas kepada murid TK Negeri Pembina, Lubuk Basung, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WIB tersebut dikemas secara sederhana, komunikatif dan menyenangkan, sehingga mudah dipahami anak-anak. Para murid diperkenalkan mengenai apa itu Lapas, fungsi dan perannya, serta berbagai kegiatan positif yang dilakukan warga binaan.

Dalam edukasi tersebut, anak-anak juga mendapatkan gambaran tentang kegiatan pembinaan, keterampilan, keagamaan, olahraga dan aktivitas positif lainnya yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Lubuk Basung sebagai perwakilan Lapas untuk memberikan pemahaman sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi pemasyarakatan kepada para murid.

Tak berhenti di ruang kelas, Budi Suharto, Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung juga mengundang murid TK Negeri Pembina Lubuk Basung untuk mengikuti kunjungan edukatif ke lingkungan Lapas.

Kunjungan tersebut nantinya dirancang sebagai sarana pengenalan Lapas sekaligus agrowisata, agar anak-anak memperoleh pengalaman langsung tentang berbagai aktivitas positif yang dikembangkan di dalam Lapas.

“Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung berupaya membangun pemahaman masyarakat sejak dini bahwa pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan tempat menjalani pidana, tetapi juga tentang pembinaan, perubahan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik”, ungkapnya.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendengar cerita tentang Lapas. Mereka nantinya dapat melihat secara langsung bahwa di balik tembok pemasyarakatan terdapat proses pembinaan dan aktivitas yang dirancang untuk memberikan bekal positif bagi warga binaan.

“Pada akhirnya, kegiatan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi dunia anak, sebuah pengalaman sederhana dapat menjadi pelajaran panjang. Bahwa kesalahan bukan akhir dari segalanya”, ujarnya.

Bagi anak-anak TK Negeri Pembina Lubuk Basung, mungkin kegiatan tersebut hanya sebuah kunjungan dan pembelajaran sederhana. Namun, ada satu hal penting bahwa setiap manusia bisa melakukan kesalahan, tetapi setiap manusia juga memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. (Ade.A)