ZonaMerahPutih.com/Boalemo​ – Kondisi wajah ibu kota Kabupaten Boalemo kian memprihatinkan. Jembatan Tilamuta yang seharusnya menjadi ikon konektivitas, kini berubah menjadi “monumen busuk” akibat tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung. Mandulnya kinerja dinas terkait memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan dan pelaku UMKM lokal.

 

​Keluhan pedas datang dari Yusran Djufura, pemilik warung kopi di Jembatan Mayang Komplek Pasar Minggu Tilamuta, Ia mengaku usahanya kini berada di ambang kehancuran akibat aroma menyengat yang menguar dari tumpukan sampah, baik yang berserakan di atas jembatan maupun yang menyumbat aliran di bawahnya.

 

​”Sampah ini sudah sangat mengganggu. Kami menjual makanan dan minuman, tapi pengunjung lari karena bau yang tidak sedap. Ini sangat mengganggu aktivitas UMKM kami,” tegas Yusran dengan nada kecewa.

 

​Melihat kondisi yang tak kunjung usai, Pemerhati Lingkungan Roy Syawal naik pitam. Ia menilai ada pembiaran sistematis yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH)/Perhubungan, dan Dinas Perindag. Menurutnya, koordinasi yang ia bangun selama ini hanya dianggap angin lalu oleh para pemangku kebijakan.

 

​”Saya sudah berulang kali berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait, tapi hasilnya nihil! Tidak pernah diindahkan. Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal kemauan bekerja. Dinas-dinas ini seolah buta dan tuli terhadap tumpukan sampah yang merusak citra daerah!” semprot Roy Syawal.

 

Bahkan secara langsung Roy Syawal telah menghimbau kepada para pedagang yang ada di pasar Minggu agar tidak lagi membuang sampah di Tempat itu, tetapi hal yang mengejutkan bahwa para pedagang berasumsi bahwa mereka sering membayar retribusi sehingga untuk kebersihan pasar sudah menjadi tanggung jawab penuh penerimaan Retribusi yakni dinas terkait.

 

​Roy menilai ada ketimpangan yang nyata antara semangat pimpinan daerah dengan kinerja bawahannya. Di saat Bupati dan Wakil Bupati Boalemo mati-matian mencari solusi makro untuk masalah persampahan, dinas-dinas teknis justru terlihat tanpa inovasi dan tanpa solusi nyata di lapangan.

 

​Roy Syawal secara tegas mendesak Bupati dan Wakil Bupati Boalemo untuk:

– ​Mengevaluasi Total kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup/Perhubungan, dan Perindag.

– ​Mencopot Jabatan para pejabat yang terbukti gagal menjaga kebersihan dan ketertiban fasilitas publik.

– ​Melakukan Sidak Langsung ke titik sampah di Jembatan Tilamuta agar melihat betapa bobroknya koordinasi antar dinas di lapangan.

 

​”Jangan biarkan kerja keras Bupati dan Wakil Bupati ternoda oleh rapor merah dinas-dinas yang tidak becus bekerja. Jika tumpukan sampah ini tidak segera dibersihkan, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan terhadap pemerintah daerah runtuh total!” tutup Roy.

ZMP Boalemo/As