ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Salah satu Jembatan yang menghubungkan Antara Desa Pentadu Barat dan Desa Modelomo Roboh, Kejadian tersebut terjadi saat banjir besar yang terjadi pada awal tahun 2023 lalu.
Salah seorang masyarakat Roy Syawal merasa Prihatin pada jembatan yang menjadi akses penghubung di dua tersebut, yaitu desa Pentadu Barat dan Desa Modelomo yang hingga saat ini, belum ada perbaikan dari Pemerintah Daerah dan juga perhatian penuh dari para Wakil Rakyat yang ada di Parlemen DPRD Boalemo.
Roy Syawal mengaku bahwa para Petani dan Nelayan yang ingin melaksanakan Aktivitas Bertani dan Melaut seringkali harus menambah rute perjalanan sehingga hal tersebut dapat mengurangi efisiensi waktu, dimana hal tersebut juga menambah biaya untuk pembelian bahan bakar.
“Selaku Pengurus KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalah) saya sering mendapat keluhan dari para petani dan juga nelayan dimana mereka harus berputar melalui jalan lain untuk menuju ke lahan pertanian ataupun ke tempat perahu para nelayan terparkir sehingga biaya yang dikeluarkan pun bertambah”. Tegas Roy Syawal
Dirinya juga menambahkan bahwa sejak Jembatan Penghubung tersebut roboh di awal tahun 2023 dirinya telah berapa kali menyuarakan hal ini diberbagai pihak, baik Pemerintah Daerah ataupun Perwakilan Rakyat yang ada di DPRD, bahkan di beberapa media sosialpun telah di posting akan tetapi sampai hari ini belum ada tindakan Tegas daripada para pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Boalemo.
Roy juga menambahkan Rusak nya jembatan di akibatkan oleh bencana alam akan tetapi tetap perlu adanya analisis kegagalan sehingga bisa diketahui lebih detail kenapa jembatan tersebut bisa roboh dan siapa yang Bertanggungjawab.
“Tanggung jawab jembatan roboh umumnya berada pada pemerintah (pusat/daerah) selaku pemilik infrastruktur atau kontraktor pelaksana jika terjadi saat konstruksi atau dalam masa garansi (biasanya 10 tahun). Analisis kegagalan bangunan akan menentukan apakah disebabkan kelalaian perawatan, kesalahan desain, atau pengerjaan yang tidak sesuai standar”. Ucap Roy Syawal
Dirinya juga meminta kepada para pengambil kebijakan, sekiranya bisa di bahas bersama dengan dinas terkait, untuk bagaimana di anggarkan, guna perbaikan kembali jembatan yang rusak itu, sehingga apa yang dikeluhkan oleh Masyarakat bisa terwujud, karena sudah banyak janji tapi tak pernah terealisasikan.
Reporter: As








