ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Baliho sosialisasi Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan XVII tahun 2026 yang mulai tersebar luas di wilayah Provinsi Gorontalo menuai sorotan tajam. Pasalnya, terdapat kejanggalan visual yang cukup mencolok pada desain baliho tersebut, di mana gambar seekor ikan terlihat memiliki dua ekor (atas dan bawah) pada satu tubuh yang sama.

 

​Temuan unik sekaligus menggelitik ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua Perkumpulan Sahabat Nelayan Boalemo sekaligus Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PokMasWas) Kabupaten Boalemo, Roy Syawal.

 

​Dalam pernyataan, Roy Syawal sangat menyayangkan kecerobohan visual tersebut. Menurutnya, sebagai agenda berskala nasional, segala bentuk atribut publikasi seharusnya melalui proses penyaringan dan pemeriksaan yang ketat sebelum dicetak dan dipasang.

 

​”Kami sangat menyayangkan ketidaktelitian dan kurangnya pengawasan dari panitia PENAS dalam mendesain baliho Penas Tani Nelayan tahun 2026 ini. Entah ini disengaja sebagai konsep atau murni kelalaian penyuntingan (editing) oleh panitia di tingkat Provinsi Gorontalo, yang pasti visual ikan berekor dua itu terlihat tidak profesional,” ujar Roy Syawal.

 

​Roy menambahkan, sebagai daerah yang kaya akan potensi kelautan dan perikanan, representasi visual mengenai sektor ini harusnya ditampilkan dengan akurat, bukan justru menjadi bahan lelucon akibat kesalahan teknis desain grafis.

 

​Mengingat baliho-baliho tersebut sudah terlanjur menyebar dan diamati secara seksama oleh publik, Roy Syawal meminta ketegasan dari pimpinan daerah agar citra Gorontalo sebagai tuan rumah tetap terjaga dengan baik di mata tamu nasional.

​Untuk itu, Roy menyarankan sekaligus mendesak Penjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo untuk segera mengambil tindakan nyata.

 

​”Kami meminta kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bisa menginstruksikan langsung kepada panitia PENAS di lingkungan Pemerintahan Provinsi Gorontalo agar segera menurunkan dan mengganti semua baliho yang keliru tersebut dengan desain baru yang lebih presisi,” tegas Roy menutup pernyataannya.

 

Redaksi: ZMP Boalemo