ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Prof. Nurdin, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah yang berlangsung di Aula Bapppeda Kabupaten Boalemo pada Selasa (12 Mei 2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memperkuat tata kelola pemerintahan melalui inovasi yang terukur dan berdampak luas.

​Dalam arahannya, Prof. Nurdin menekankan bahwa inovasi merupakan indikator utama kinerja kepala daerah sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Beliau menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar tugas tambahan, melainkan strategi wajib untuk meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan daya saing daerah.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Sekda adalah usulan inovasi konservasi tanaman adat. Beliau mendorong program penyelamatan varietas lokal seperti Bina (sirih), Gambele (Gambir), dan tanaman khas lainnya agar tidak punah di masa depan.

​”Kita memiliki lahan luas milik Pemda di Polohungo. Saya mengusulkan lokasi ini dijadikan Kebun Raya Tanaman Adat pertama di Boalemo sekaligus di Provinsi Gorontalo,” ujar Prof. Nurdin. Kebun raya ini dirancang sebagai pusat riset multifungsi yang akan menghidupkan kembali aset daerah seperti eks Kantor Dinas Pertanian dan BPP. Langkah ini juga merupakan upaya mewujudkan impian almarhum Pak Iwan yang ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai taman daerah.

Prof. Nurdin juga memotivasi jajarannya untuk jeli melihat peluang pendanaan di luar APBD. Beliau mengungkapkan adanya potensi Dana Abadi Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan yang pendaftarannya dibuka hingga 15 Mei, dengan kategori hibah mencapai Rp550 Juta untuk lembaga/komunitas dan Rp150 Juta untuk personal.

​Beliau mencontohkan keberhasilan pendampingan BWND yang berhasil meraih dana abadi lingkungan hidup dari Kementerian Keuangan sebesar 350.000 Poundsterling (sekitar Rp4,9 Miliar). Sekda mengusulkan agar dana-dana pusat ini dimanfaatkan untuk proyek pemetaan potensi tanaman adat di seluruh wilayah Boalemo.

Untuk memperkuat posisi Boalemo di tingkat nasional, Pemkab Boalemo menetapkan target ambisius sebanyak 120 inovasi. Sekretariat Daerah (Setda) berkomitmen menyumbangkan 8 hingga 9 inovasi. Sebagai langkah teknis, Sekda memberikan instruksi kepada setiap OPD, Sekolah, dan Puskesmas:
1. ​Segera membentuk SK Tim Inovasi yang akan disahkan oleh Bupati.
2. ​Seluruh inovasi wajib diinput melalui aplikasi SINDA milik Bapppeda untuk penilaian nasional.
3. ​Pemerintah daerah akan mengintegrasikan kembali seluruh layanan OPD (Pariwisata, Inspektorat, Bapppeda, dll) ke dalam satu Portal Boalemo agar kontrol dan pemantauan dapat dilakukan secara terpusat melalui Command Center.

Hingga saat ini, tercatat 60 inovasi yang dijaring (32 OPD, 15 Puskesmas, 13 Sekolah). Namun, Prof. Nurdin memberikan teguran keras bagi unit yang belum menyetorkan dokumen, mengingat sesuai SK Bupati No. 022/380/XII/2025 terdapat 59 inovasi yang sudah terdaftar. Ia mengingatkan bahwa inovasi daerah tahun 2026 wajib mencakup 5 Urusan Wajib Pelayanan Dasar agar skor daerah terbaca dalam sistem Innovative Government Award (IGA) Kemendagri yang puncaknya akan dilaksanakan pada November mendatang.

Redaksi: ZMP Boalemo