ZonaMerahPutih.com, BOALEMO — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Boalemo menjadi momentum krusial untuk pembenahan mendasar di tubuh birokrasi. Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau, Wakil Bupati Lahmuddin Hambali, S.Sos., M.Si., dan Sekretaris Daerah (Sekda) didesak untuk mengambil langkah tegas melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus merombak total tatanan serta pola lama pemerintahan yang dinilai tidak lagi efektif.
‎
​Evaluasi dan pembongkaran pola kerja lama ini ditujukan kepada seluruh jenjang pejabat, mulai dari Kepala Dinas (Kadis), Kepala Bidang (Kabid), hingga Kepala Bagian (Kabag) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
‎
​Tuntutan tersebut disuarakan secara tegas disampaikan oleh salah satu aktivis Kabupaten Boalemo, Roy Syawal, di sela-sela Festival Boalemo, pada Sabtu (11/10/2026) malam. Roy menegaskan bahwa Boalemo membutuhkan reformasi tatanan birokrasi agar roda organisasi pemerintahan benar-benar berjalan atas prinsip PAHAM : Profesional, Amanah, Humanis, Akuntabel, dan Melayani.
‎
‎​”Bupati Rum Pagau, Wabup Lahmuddin Hambali, dan Sekda Boalemo harus berani merombak tatanan dan pola lama pemerintahan. Jangan ragu mengevaluasi total semua Kadis, Kabid, hingga Kabag. Kita harus lihat kinerjanya: apakah mereka betul-betul PAHAM tugasnya, atau masih terjebak pola lama yang sekadar datang, duduk, diam, dan terima gaji?” tegas Roy Syawal.
‎
‎​Roy menyoroti masih banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bekerja lambat, program tidak berjalan optimal, disiplin ASN rendah, dan pelayanan publik yang terus dikeluhkan. Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh masih melekatnya pola-pola lama birokrasi yang pasif dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
‎
​Desakan perombakan pola lama ini sejalan dengan pesan introspeksi yang disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, pada peringatan HUT Boalemo baru-baru ini.
‎
​”Bukan hanya melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga bertanya kepada diri kita masing-masing: apa yang sudah kita berikan kepada daerah, apa yang sudah kita lakukan untuk masyarakat, dan apa yang masih harus kita perbaiki,” ujar Lahmuddin saat mewakili Bupati.
‎
​Roy menilai pernyataan Wabup tersebut harus ditindaklanjuti secara konkret oleh Pimpinan Daerah dan Sekda. Terlebih, Bupati Rum Pagau sebelumnya juga menegaskan pentingnya indikator kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual saat pelaksanaan uji kompetensi pejabat di Villa Kencana.
‎
​”Pernyataan Wabup Lahmuddin adalah peringatan keras. Jika Kadis, Kabid, maupun Kabag masih menjalankan pola kerja lama dan tidak PAHAM akan tugas serta tanggung jawabnya, ganti! Boalemo butuh pejabat yang bekerja dan berinovasi, bukan sekadar pejabat penjaga kursi,” lanjut Roy.
‎
‎​Masyarakat berharap Bupati, Wabup, dan Sekda tidak ragu melakukan penyegaran serta pembongkaran tatanan birokrasi hingga ke tingkat Kabid dan Kabag yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat sehari-hari.
‎
​Langkah berani ini dinilai sangat vital agar kerja keras pimpinan daerah di tingkat atas dapat terintegrasi dengan baik hingga ke struktur paling bawah.
‎
​”Jangan sampai Bupati, Wabup, dan Sekda bekerja keras siang malam, tetapi lini di bawahnya justru loyo karena masih nyaman dengan pola lama. Perombakan tatanan birokrasi ini mutlak dilakukan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, melayani, serta membawa kemajuan nyata bagi Boalemo Damai Bertasbih,” Pungkas Roy Syawal.
‎
‎Redaksi: ZMP Boalemo-Gorontalo