POSO ZMP – Sektor pertanian tetap menjadi urat nadi perekonomian bagi masyarakat Desa Pandayora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Mayoritas warga di desa ini menggantungkan hidup dan sumber penghasilan mereka dari hasil bumi, dengan tiga komoditas utama yang menjadi pilar ekonomi, yaitu padi, kakao (cokelat), dan durian.
Desa Pandayora memiliki sejarah panjang dalam dunia pertanian. Komoditas padi, misalnya, telah menjadi sumber penghidupan yang diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun sejak desa tersebut pertama kali berdiri.
Selain padi, warga kemudian mulai merambah budidaya kakao sejak era tahun 2000-an.
Tak berhenti di situ, dalam empat tahun terakhir, masyarakat Desa Pandayora juga mulai melirik potensi baru dengan membudidayakan tanaman durian untuk memperkuat pendapatan mereka.
Yusin Motoku, salah seorang petani setempat yang juga merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), mengonfirmasi bahwa aktivitas bertani telah mendarah daging bagi masyarakat sekitar. Setelah purnatugas, Yusin sendiri memilih untuk fokus sepenuhnya mengelola lahan pertanian.
“Rata-rata warga Desa Pandayora adalah petani,” ujar Yusin saat menjelaskan bagaimana sektor ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di sana.
Kombinasi antara tradisi pertanian padi yang kuat, eksistensi perkebunan kakao, dan inovasi budidaya durian yang kian berkembang, diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi warga Desa Pandayora ke depan. (AU)








