ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Prof. Nurdin memberikan arahan tegas dalam kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo Tahun 2026” yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Boalemo, pada Selasa (12 Mei 2026).
Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah instrumen publik yang harus menjadi acuan utama bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beliau menyoroti pentingnya sinkronisasi antara RPJMD dengan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) di setiap dinas.
”RPJMD itu bukan barang privat. Begitu diperdakan, ia menjadi dokumen publik yang harus dievaluasi dan didetailkan ke sektor masing-masing. Jangan sampai ada indikator yang tidak sinkron antara perencanaan di tingkat kabupaten dengan pelaksanaan di tingkat dinas,” tegas Prof. Nurdin.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Sekda dalam arahannya meliputi:
– Pemanfaatan Data Riil dan Bukti (Eviden): Seluruh OPD diminta untuk bekerja berbasis data dan bukti lapangan (data eviden). Beliau juga mengingatkan agar aparatur tidak terlalu bergantung pada teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dalam menyusun laporan tanpa melakukan verifikasi data yang akurat.
– Satu Data Boalemo: Sekda menginstruksikan penguatan peran Bappeda dalam mengelola data terintegrasi. Beliau berharap tidak ada lagi tumpang tindih permintaan data antar instansi. “Cukup satu data yang dipakai oleh semua OPD, baik itu untuk Inspektorat maupun dinas lainnya,” jelasnya.
– Pencapaian Indikator Kinerja Utama: Setiap OPD, khususnya Dinas Kesehatan (Dikkes), Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Pertanian, dan Dinas Sosial, diminta fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
– Peran Strategis Sekretariat Daerah: Beliau menegaskan bahwa Sekretariat Daerah (Setda) harus menjadi champion atau garda terdepan dalam menunjukkan kinerja terbaik bagi OPD lainnya.
– Optimisme Kemajuan Daerah: Menjelang usia ke-27 Kabupaten Boalemo, Sekda mengajak seluruh jajaran untuk belajar dan berinovasi demi mewujudkan visi Boalemo sebagai pusat peradaban di kawasan Teluk Tomini.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pimpinan OPD, perwakilan tim pendamping dari provinsi, serta para pejabat fungsional dan struktural di lingkungan Pemkab Boalemo. Prof. Sherman menutup arahannya dengan meminta laporan progres pencapaian kinerja secara berkala untuk memastikan target reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja tahun 2026 dapat tercapai maksimal.
Redaksi : ZMP Boalemo








