ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo mempertegas komitmennya dalam mentransformasi sektor peternakan menuju era hilirisasi industri. Hal ini ditandai dengan peninjauan lapangan dan verifikasi lahan di dua titik potensial yang diproyeksikan menjadi pusat industri unggas modern terintegrasi di wilayah Kabupaten Boalemo, Selasa (28 April 2026).

 

​Bupati Boalemo, Rum Pagau, turun langsung memimpin peninjauan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Nurdin K. Baderan dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Boalemo, Andi Faizal Hurudji. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan realisasi investasi di Bumi Boalemo.

 

​Tim verifikasi melakukan tinjauan mendalam di dua lokasi berbeda guna memastikan kesesuaian teknis dan legalitas lahan:

1. ​Kecamatan Wonosari: Memiliki lahan seluas 25,8 hektare. Lokasi ini direncanakan menjadi kawasan industri hulu-hilir yang mencakup fasilitas PS Farm Broiler, PS Farm Layer, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), hingga pabrik pakan (Feed Mill).

2. ​Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi: Menyediakan lahan alternatif seluas kurang lebih 12 hektare.

 

​Kepala Dinas Pertanian Boalemo, Andi Faizal Hurudji, menyatakan bahwa kedua lokasi memiliki keunggulan kompetitif. Namun, keputusan final akan ditentukan oleh pihak investor setelah seluruh rangkaian verifikasi rampung.

 

​”Dua lokasi ini sama-sama potensial. Nantinya akan dipilih satu lokasi terbaik yang paling memenuhi aspek kelayakan teknis dan operasional untuk pembangunan proyek,” jelas Andi Faizal.

 

​Proses verifikasi ini melibatkan tim ahli dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, dipimpin oleh Andri Hanindyo W (Ketua Kelompok Substansi Pemasaran Direktorat Hilirisasi) bersama Maidaswar dan Pravita Sari P. Ardini serta ​Turut dihadiri oleh pihak strategis lainnya yaitu PT Berdikari yang diwakili oleh Agung Mukti dan Andrianus Moy Sidharta, Boston Consulting Group (BCG) melalui Aziz Suharto dan Syarah untuk analisis strategis, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menjamin kepastian tata ruang dan hukum.

 

​Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

 

​”Ini adalah peluang emas bagi Boalemo untuk bertransformasi menjadi pusat pengembangan peternakan unggas modern. Kami ingin investasi ini menciptakan multiplier effect—mulai dari ketersediaan pangan, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga stimulasi ekonomi bagi warga sekitar,” tegas Bupati Rum Pagau.

 

​Dengan terlaksananya verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap proyek hilirisasi peternakan terpadu dapat segera dimulai (groundbreaking), menjadikan Boalemo sebagai pionir industri peternakan di Provinsi Gorontalo.

 

Redaksi : ZMP Boalemo