ZonaMerahPutih.com/Boalemo — Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pentadu Barat, Kabupaten Boalemo, menuai sorotan tajam. Proyek bernilai besar yang bersumber dari uang rakyat ini diduga dikerjakan secara asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi teknis, serta sarat akan indikasi kelalaian pengawasan.
Ketua Kelompok Masyarakat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Pokmaswas Sahabat Bahari) Kabupaten Boalemo, Roy Syawal, melayangkan kritik pedas usai menemukan fakta bahwa fasilitas tambatan perahu dan pendaratan ikan KNMP sudah mengalami kerusakan parah padahal pengerjaannya belum rampung total. Pengerjaan proyek ini terbukti melenceng dari jadwal perjanjian kontrak, dengan kondisi fisik dermaga yang mengenaskan akibat keretakan pada lantai serta dinding beton. Lebih parah lagi, lantai pendaratan hasil tangkapan nelayan sudah jatuh dan ambrol, disusul posisi tangga yang bergeser dari kedudukan semula hingga membahayakan keselamatan serta mengancam fungsi fasilitas bagi nelayan lokal. Ironisnya, langkah perbaikan baru tampak dilakukan pihak kontraktor setelah bobroknya konstruksi ini mendapat sorotan langsung dari masyarakat.
”Sangat ironis dan memuakkan! Proyek bertaraf Nasional yang dibiayai dari keringat dan pajak rakyat justru dikerjakan seperti proyek main-main. Belum juga dimanfaatkan nelayan, dermaga sudah retak dan ambrol. Jangan jadikan masyarakat Boalemo sebagai korban dari pengerjaan kontraktor asal-jadi,” tegas Roy Syawal.
Sebagai pengawas masyarakat sekaligus aktivis parlemen jalanan yang konsisten mengawal alokasi anggaran pajak rakyat dari APBD maupun APBN, Roy Syawal menegaskan tidak akan tinggal diam. Ia memberikan warning keras kepada kontraktor pemenang tender untuk segera membongkar total dan membangun ulang struktur lantai pendaratan serta tangga dermaga yang rusak sesuai spesifikasi teknis.
Dalam waktu dekat, Roy Syawal akan mendatangi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo untuk membedah dan menyelaraskan data teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dikantonginya. Apabila peringatan keras ini diabaikan dan perbaikan yang dilakukan hanya sekadar formalitas tambal-sulam, Pokmaswas Sahabat Bahari siap mengerahkan massa untuk menyuarakan tuntutan ini secara terbuka di jalanan.
Redaksi: ZMP Boalemo








