Kab. Agam, Zona Merah Putih – Kalau prestasi olahraga itu ibarat grafik, perjalanan Kabupaten Agam di Porprov Sumatera Barat bukan grafik yang datar-datar saja. Kadang naik, kadang turun, tapi pernah juga ngegas sampai podium!

Indak cayo? Idak anti! Data Porprov punya cerita. Pada Porprov XI, Agam masih berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 14 emas, 17 perak, dan 20 perunggu.

Lalu gaspol!, Di Porprov XII, Agam berhasil merangsek ke peringkat ke-5 se-Sumatera Barat. Belum puas.

Pada Porprov XIII 2014, mesin prestasi Agam makin panas. Koleksi medali melonjak menjadi 46 emas, 45 perak, dan 59 perunggu.

Nah, puncaknya datang pada Porprov XIV 2016 di Padang. Agam benar-benar naik kelas!

Kontingen Agam berhasil menduduki peringkat ke-3 Sumatera Barat, dengan raihan sekitar 62 emas, 59 perak, dan 65 perunggu. Bahkan, Agam disebut sebagai kontingen terbaik dalam perhelatan tersebut.

Kalau waktu itu ada istilah zaman sekarang, mungkin komentarnya cukup, “Agam lagi gacor-gacornya!”

Kemudian Porprov XV 2018. Agam tetap menunjukkan taringnya. Salah satu buktinya, cabang olahraga Tarung Derajat berhasil menjadi juara umum.

Artinya apa?, Agam ternyata bukan cuma punya atlet yang bisa bertanding. Agam punya tradisi juara.

Tapi tradisi juara tidak boleh berhenti sebagai cerita nostalgia. Medali masa lalu memang membanggakan.

Namun, olahraga hari ini membutuhkan regenerasi, pembinaan dan keberanian untuk kembali memasang target tinggi.

Sebab podium itu tidak menyediakan kursi khusus untuk nama besar masa lalu. Yang mau naik podium harus berjuang lagi.

Jadi, kepada para atlet muda Agam. Indak cayo, idak anti!, Jangan takut bermimpi. Dulu Agam pernah peringkat 3.

Bukan mustahil suatu hari nanti di Porprov XVI Sumbar pada Oktober 2026 mendatang kembali naik podium, bahkan lebih tinggi.

Karena kalau orang lain bisa bermimpi jadi juara, kenapa urang Agam harus minder.

AGAM BISA! AGAM PUNYA SEJARAH! DAN AGAM BELUM SELESAI! (Ade.A)