Papua Tengah, Minggu Tanggal 23 November 2025 Paguyuban Pasundan Papua Tengah ( SUNDA NGAHIJI) secara resmi menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Pertama, sebuah momentum sejarah yang menandai penguatan solidaritas, identitas budaya, dan peran sosial warga Sunda yang tinggal dan berkarya di wilayah Papua Tengah.
Acara yang berlangsung di AULA KODIM 1705 Nabire ini dihadiri oleh ratusan anggota paguyuban, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta perwakilan paguyuban Nusantara lainnya. Mubes pertama ini mengusung tema: “Ngahiji dina Rasa, Ngabakti ka Nagara, Ngajaga Budaya”, yang mencerminkan tekad bersama untuk merawat nilai-nilai Sunda sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Papua Tengah.
Ketua panitia Mubes, Kolonel Arh Kurniawan Fitriana, S. Sos.M.M, menegaskan bahwa penyelenggaraan Mubes pertama ini menjadi tonggak penting bagi eksistensi Paguyuban Pasundan Papua Tengah.
“Ini bukan sekadar forum pemilihan dan laporan pertanggungjawaban, tapi langkah nyata untuk memperkuat silaturahmi, memperluas manfaat sosial, serta memastikan budaya Sunda tetap hidup dan relevan bagi generasi muda di Papua,” ujarnya.
Dalam Mubes ini, beberapa agenda utama dibahas, antara lain:
1. Pemilihan Ketua/Kepala Suku.
2. Pembentukan Kerangka Kepengurusan.
3. Penyerahan Amanat Kepada Ketua Suku terpilih.
Turut manghadiri Kapolda Papua Tengah, yang diwakili oleh Kombespol Deni , dan Gubernur Papua Tengah yang di wakili oleh Bapak Marthen sebagai stap ahli pemerintahan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi paguyuban dalam menjaga kerukunan antarwarga. “Keberadaan Paguyuban Pasundan membawa warna positif dalam keberagaman di Papua Tengah. Kami berharap Mubes ini menghasilkan gagasan besar untuk pembangunan daerah,” katanya.
Mubes pertama ini ditutup dengan pertunjukan seni tradisional Sunda seperti jaipong, calung, serta deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi budaya dan sosial antara warga Sunda dengan masyarakat Papua.








