ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Ruang Vidcom pada Rabu (18/02/2026), Pemkab Boalemo menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

 

Rapat yang dibuka oleh Wakil Bupati Boalemo ini menyoroti instruksi khusus dari Kapolda Gorontalo melalui surat nomor: B/340/II/2026/Ditreskimsus terkait permohonan pembukaan Toko atau Lapak Pengendali Inflasi. Langkah ini dipandang sebagai solusi taktis untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan memastikan masyarakat mendapatkan komoditi pangan sesuai harga regulasi.

 

“Instruksi ini adalah bentuk sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengamankan stok pangan masyarakat. Kami telah menginstruksikan Dinas Perindagkop untuk segera memetakan toko-toko potensial di pasar-pasar kecamatan agar segera bertransformasi menjadi titik pengendali inflasi,” tegas Wakil Bupati Boalemo.

 

Toko-toko ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam menyalurkan produk Bulog, seperti Beras SPHP, Minyak Kita, dan bahan pokok lainnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

 

Berdasarkan laporan dari Kabag Ekonomi, Ruslan Djibu, kondisi IPH di Boalemo saat ini memerlukan perhatian khusus. Dari data nasional yang dipaparkan Sekjen Kemendagri, Kabupaten Boalemo masuk dalam daftar daerah dengan kenaikan harga yang cukup signifikan pada dua komoditi utama:

– Cabai Rawit: Menempati peringkat ke-6 dari 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

– Telur Ayam Ras: Masuk dalam peringkat ke-2 dari 20 Kabupaten/Kota yang mengalami lonjakan IPH.

 

“Kami telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke unit penjualan gas LPG dan lapak-lapak 7 bahan pokok. Data ini menjadi alarm bagi kita semua untuk segera melakukan intervensi pasar sebelum permintaan meningkat drastis saat puasa nanti,” ungkap Ruslan.

 

Plt. Sekda Boalemo dalam arahannya meminta seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bekerja dengan skema “Gercep” (Gerak Cepat). Ia mengingatkan bahwa jika langkah pengendalian tidak segera dilakukan, potensi kenaikan harga akan bertahan lama mengingat tingginya konsumsi masyarakat menjelang hari raya.

 

Senada dengan hal tersebut, Sekjen Kemendagri dalam arahannya melalui konferensi video memberikan teguran kepada kepala daerah dan dinas terkait. Beliau menekankan bahwa kenaikan inflasi seringkali dipicu oleh kurangnya pengawasan langsung di lapangan.

 

“Kami menghimbau seluruh OPD teknis yang tergabung dalam Satgas Pangan untuk tidak hanya duduk di balik meja. Harus turun langsung ke pasar, identifikasi kendala di lapangan, dan ambil langkah strategis untuk menekan harga di daerah masing-masing,” pesan Sekjen Kemendagri.

 

Hingga saat ini, Dinas Perindagkop Boalemo melaporkan bahwa Toko Hi Mart di Kecamatan Tilamuta telah resmi beroperasi sebagai Toko Pengendali Inflasi. Proses identifikasi untuk kecamatan lainnya sedang dipacu agar sebelum memasuki awal Ramadan, seluruh wilayah Boalemo sudah memiliki titik-titik penjualan pengendalian inflasi yang merata.