ZonaMerahPutih.comm/Boalemo – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi membuka kegiatan Pengukuhan dan Pengkaderan Organisasi Senopati Tiga Dara yang diselenggarakan di Pantai Bolihutuo, pada Sabtu (18 April 2026).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kawasan Desa Piloliyanga, Limbato, dan Ayuhulalo kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Boalemo. Kehadiran berbagai program strategis nasional di wilayah tersebut diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Wabup Lahmuddin memaparkan perkembangan signifikan terkait pembangunan Batalyon di wilayah tersebut. Saat ini, jumlah prajurit telah bertambah 70 orang, sehingga total mencapai 605 personel.
”Dengan pembangunan Batalyon yang menelan anggaran tahap pertama sekitar Rp80 hingga Rp90 miliar, kita optimistis akan terjadi lonjakan perputaran ekonomi. Jika nanti jumlah personel mencapai 1.191 orang dengan asumsi belanja minimal Rp1 juta dari gaji mereka, maka perputaran uang di masyarakat bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulannya,” jelas Wakil Bupati.
Tak hanya itu, Boalemo juga tengah diperjuangkan untuk menjadi lokasi pembangunan Sekolah Garuda, sebuah fasilitas pendidikan elit yang hanya akan ada 20 unit di seluruh Indonesia hingga 2029. Anggaran sekolah ini diproyeksikan melebihi nilai pembangunan Batalyon, mempertegas posisi Boalemo sebagai pusat pengembangan SDM unggul di Nusantara.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pemerintah Daerah tengah menyusun Detailed Engineering Design (DED) untuk pembangunan jalan dan jembatan. Rencana besar lainnya adalah pembangunan jalan lingkar yang menembus hingga Balombo dan Lahumbo dengan estimasi anggaran sebesar Rp90 miliar.
Momentum pertumbuhan ini, menurut Wabup, harus disikapi dengan kesiapan mental masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton. Beliau mengungkapkan bahwa para pelaku usaha dari luar daerah sudah mulai melirik potensi Boalemo.
”Beberapa pelaku usaha luar sudah menghubungi kami. Kami persilakan karena lahan adalah milik masyarakat, silakan bekerja sama. Namun, saya tegaskan agar masyarakat jangan mudah menjual tanahnya, karena nilainya akan sangat mahal di masa depan,” tegasnya.
Di hadapan pengurus dan anggota, Lahmuddin berharap Organisasi Senopati Tiga Dara mampu menjadi wadah yang visioner dan adaptif. Beliau mendorong anggota untuk lebih kreatif, seperti memanfaatkan peluang usaha di sekitar fasilitas publik atau stadion dengan konsep yang menarik.
”Organisasi harus mampu menjadi motor penggerak, bukan hanya penonton. Anggota harus berpikir ke depan agar dapat mengambil peluang dari perkembangan yang ada. Jangan hanya sekadar nongkrong, tapi buatlah diskusi yang menghasilkan nilai ekonomi,” pungkasnya.
Acara pengukuhan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah demi kelancaran investasi dan pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Boalemo.
ZMP Boalemo








