ZonaMerahPutih.com/Boalemo – Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan bahwa kontribusi zakat sebesar 2,5 persen dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikelola melalui BAZNAS memiliki dampak instrumen yang luar biasa dalam menopang perekonomian masyarakat. Khususnya, bagi kaum dhuafa dan warga yang tengah dirundung musibah.

 

​Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri agenda Pentasyarufan Zakat, Infak, dan Sedekah yang berlangsung khidmat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, pada Jumat (24 April 2026).

 

​Dalam arahannya, Rum Pagau menyoroti keunggulan pengelolaan zakat yang terstruktur namun tetap fleksibel. Menurutnya, dana zakat merupakan “jalur cepat” untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak selalu bisa ter-cover secara instan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

​“Zakat 2,5 persen dari ASN ini adalah bentuk kepedulian nyata. Prosesnya jauh lebih cepat dan responsif dibandingkan bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Rum Pagau.

 

​Beliau menjelaskan bahwa bantuan pemerintah seringkali terikat pada prosedur administrasi yang ketat dan tahapan yang panjang. Hal ini terkadang menjadi kendala saat menghadapi situasi darurat atau bencana alam di mana masyarakat membutuhkan pertolongan dalam hitungan jam, bukan hari.

 

​Bupati juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk terus konsisten dan berkomitmen menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Ia meyakini, semakin tinggi partisipasi ASN, semakin besar pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan untuk menekan angka kemiskinan dan memperkuat jaring pengaman sosial di Boalemo.

 

Kegiatan pentasyarufan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial. Dengan adanya dukungan penuh dari para ASN, diharapkan kelompok rentan di Kabupaten Boalemo mendapatkan perlindungan dan dukungan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Redaksi : ZMP Boalemo