Serdang bedagai 12 Januari 2026 bantuan kementerian pertanian kembali bermasalah di kecamatan bandar khalipah kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara.

bermula adanya bantuan optimalisasi lahan atau oplah tahun 2025 yang diperuntukkan bagi masyarakat petani penerima manfaat di 5 desa kecamatan bandar khalipah program oplah tahun 2025 yang diperuntukkan bagi masyarakat petani penerima manfaat di 5 desa kecamatan bandar khalipah program Oplah di kecamatan bandar khalipah.

dicairkan pada Oktober 2025 disebabkan pada Juni 2025 beberapa penerima manfaat sudah mulai cair dan termasuk pada musim tanam pertama sedangkan kecamatan bandar khalipah masuk pada musim tanam kedua,bantuan Oplah ditujukkan ke petani yaitu, bantuan upah jetor sebesar 36 000 / rante atau 900.000 / hektar.

Ternyata disampaikan kepada petani penerima manfaat cuma rp20.000 per rantainya atau 500.000 per hektarnya artinya ketua kelompok yang ada di desa-desa kecamatan bandar kalipah melakukan korupsi 400.000 per hektarnya atau 16.000 per rantenya dikatakan petani di desa Johar yang tidak mau disebutkan namanya iya kami masyarakat petani di desa luar hanya menerima bantuan Opera tahun 2025 hanya rp20.000 per Rante. Kami dengar bantuannya 36.000 perantinya 16.000 sisa banyak sampai saat ini tidak diberikan pada kami Ciletuh ,petani desa Johar, dan kami dapat bantuan dari pekerja jetor yang mengelola lahan sama kami yaitu menambah kekurangannya.

Di desa bandar Tengah petani juga menerima manfaat hanya rp20.000/Rante melalui tukang jetor,

Dan yang 16.000 juga dipotong yang seharusnya bantuan nyetor itu 36.000 per rantainya,

Begitu juga penerima manfaat bantuan upah jetor di desa gelam sarima desa pekanbandar Khalifah dan desa kayu besar juga menerima bantuan yang dipotong perantainya 16.000 rata-rata petani di sana cuma terima rp20.000

Penerima oplah di desa Johar tobu Sinaga 1326 hektar gelam sei sarima Wiyono Harianja 200 hektar Supardi 300 hektar gelam sei sarima bandar Tengah Anang Saragih 300 hektar kayu besar jamulan Sitinjak 56 hektar dan pekan bandar Khalifah 115 hektar Luhut Sitanggang.

Jika dihitung bantuan oplah di kecamatan bandar khalipah 2747 hektar yang disalurkan ke petani penerima manfaat hanya 500.000 x 2.747,hektar total 1.373. 500.000 atau 1,373 miliar

Dan yang dikorupsi berjamaah 2.747 x 400.000 total: 1.098.000.000 ( 1.098 ) Miliar. Artinya kerugian Negara mencapai Rp.1,098 miliar, yang di lakukan oleh 6 kelompok Tani di kecamatan Bandar Kalipah.

Untuk itu diminta Tipikor polres tebing tinggi untuk mengusut tuntas korupsi berjamaah yang terjadi di kecamatan bandar khalipah dan selain itu mengembalikan kerugian negara dan diberikan sanksi hukuman yang sepantasnya sesuai hukum yang berlaku terkait tindak pidana korupsi.